Ads 468x60px

16 June 2012

Contoh Naskah Drama Musikal


Assalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,


Berikut ini ialah lagu-lagu yang akan dinyanyikan dalam teater musikal ini :

PERAHU RETAK
Perahu negeriku, perahu bangsaku
menyusuri gelombang
semangat rakyatku, kibar benderaku
menyeruak lautan

langit membentang cakrawala di depan
melambaikan tantangan (Reno)

di atas tanahku, dari dalam airku
tumbuh kebahagiaan
di sawah kampungku, di jalan kotaku
terbit kesejahteraan

tapi kuheran di tengah perjalanan
muncullah ketimpangan (Rijal)

aku heran, aku heran
yang salah dipertahankan
aku heran, aku heran
yang benar disingkirkan (Semua)

perahu negeriku, perahu bangsaku
jangan retak dindingmu
semangat rakyatku, derap kaki tekadmu
jangan terantuk batu (Udin)

tanah pertiwi anugerah ilahi
jangan ambil sendiri
tanah pertiwi anugerah ilahi
jangan makan sendiri (Maulana)

aku heran, aku heran
satu kenyang, seribu kelaparan
aku heran, aku heran
keserakahan diagungkan
aku heran, aku heran
yang salah dipertahankan
aku heran, aku heran
yang benar disingkirkan (Semua)



MANUSIA SETENGAH DEWA

Wahai presiden kami yang baru
Kamu harus dengar suara ini
Suara yang keluar dari dalam goa
Goa yang penuh lumut kebosanan

Walau hidup adalah permainan
Walau hidup adalah hiburan
Tetapi kami tak mau dipermainkan
Dan kami juga bukan hiburan (Reno)

Turunkan harga secepatnya (Maulana)
Berikan kami pekerjaan (Rijal)
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa (Udin)

Masalah moral masalah akhlak
Biar kami cari sendiri
Urus saja moralmu urus saja akhlakmu
Peraturan yang sehat yang kami mau (semua)

Tegakkan hukum setegak tegaknya
Adil dan tegas tak pandang bulu
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa

Masalah moral masalah akhlak
Biar kami cari sendiri
Urus saja moralmu urus saja akhlakmu
Peraturan yang sehat yang kami mau

Turunkan harga secepatnya
Berikan kami pekerjaan
Tegakkan hukum setegak tegaknya
Adil dan tegas tak pandang bulu
Pasti kuangkat engkau
Menjadi manusia setengah dewa

Wahai presiden kami yang baru
Kamu harus dengar suara ini




BENTO

Namaku Bento rumah real estate
Mobilku banyak harta berlimpah
Orang memanggilku boss eksekutif
Tokoh papan atas atas segalanya (Andi)

Asyik (semua)

Wajahku ganteng banyak simpanan
Sekali lirik oke sajalah
Bisnisku menjagal jagal apa saja
Yang penting aku senang aku menang

Persetan orang susah karena aku
Yang penting asyik sekali lagi (Andi)

Asyik (semua)

Khotbah soal moral omong keadilan
Sarapan pagiku (Munir)
Aksi tipu tipu lobying dan upeti
Woow jagonya (Fandy)

Maling kelas teri bandit kelas coro
Itu kan TONG sampah (Fahmi)
Siapa yang mau berguru datang padaku
Sebut tiga kali namaku Bento Bento Bento (Andi)

Asyik (semua)



 

BONGKAR

Kalau cinta sudah di buang
Jangan harap keadilan akan datang
Kesedihan hanya tontonan
Bagi mereka yang diperkuda jabatan (reno)

Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar (semua)

Sabar sabar sabar dan tunggu
Itu jawaban yang kami terima
Ternyata kita harus ke jalan
Robohkan setan yang berdiri mengangkang (rijal)

Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar (semua)

Penindasan serta kesewenang wenangan
Banyak lagi teramat banyak untuk disebutkan
Hoi hentikan hentikan jangan diteruskan
Kami muak dengan ketidakpastian dan keserakahan (udin)

Dijalanan kami sandarkan cita cita
Sebab dirumah tak ada lagi yang bisa dipercaya
Orang tua pandanglah kami sebagai manusia
Kami bertanya tolong kau jawab dengan cinta (maulana)

Oh oh

Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar
Oh oh ya oh ya oh ya bongkar (semua)







Bajingan Negeri Ku!

Disebuah Negeri dipimpin oleh seorang presiden, yang mana presiden tersebut tidak maksimal dalam menjalankan amanat yang diberikan oleh rakyat kepadanya dan bisa dibilang jelek dalam menjalankan kepemipinannya. Akhirnya setelah dilakukan perjuangan-perjuangan oleh rakyat negeri tersebut, akhirnya presiden tersebut lengser, dan  kemudian digantikan dengan presiden yang baru. Para rakyat negeri tersebut, merasa bahagia karena telah tergantinya presiden tersebut. Mimpi-mimpi tentang kesejahteraan hidup, mulai muncul kembali di benak masing-masing penduduk negeri itu. Mereka sangat berharap presiden selanjutnya bisa mensejahterakan rakyatnya dan bisa menghilangkan krisis-krisis yang terjadi saat itu.
Namun  ternyata dalam kepemimpinannya, presiden yang baru rupanya lebih buruk dari yang sebelumnya. Banyak kasus-kasus korupsi, ketidak adilan, janji-janji palsu, kriminalitas, dan kesombongan pangkat tumbuh subur di negeri tersebut.  Rakyat yang semula bahagia dengan harapan-harapannya, kini akhirnya sadar, bahwa mereka telah lama ditipu. Para rakyatpun sudah merasa muak dengan ketidak adilan yang mereka rasakan. Rakyat-rakyat miskin ditelantarkan, rakyat-rakyat yang melawan dibasmi habis oleh aparat-aparat yang telah disuap untuk membunuh para rakyat yang berani untuk memberontak, dan uang-uang pajak hinga kebutuhan umum didaikkan hingga tak bisa dijangkau lagi oleh rakyat-rakyat kecil.
Para orang-orang kaya semakin gila jabatan dan yang miskin menjadi sasaran kebiadapan. Yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin. Akhirnya setelah rakyat sudah putus asa dengan perjuangan-perjuangan, karena sudah banyak korban yang bejatuhan, muncullah seorang yang berjiwa reformasi berjuang untuk menegakkan keadilan di tanah airnya. Perjuangan-perjuangan dilakukan, pemberontakan, hinaan, dan paksaan untuk pengunduran diri di lakukan dari berbagai media.
Ketika presiden negeri tersebut merasa kalau orang yang berjiwa reformasi tersebut dapat mengancam kedudukannya, maka dilakukan pemburuan terhadap orang tersebut, yang akhirnya orang tersebut tertangkap bersama para reformer lainnya, dan dipenjara untuk akhirnya dihukum gantung didepan umum.
Ketika kematian seorang reformer tersebut, negeri tersebut sudah hilang semangatnya, sehingga presiden semakin bebas di negeri tersebut, krisis-krisis datang berkepanjangan dan rakyat-rakyat semakin menderita. Negeri tersebut masih menantika jiwa-jiwa pemuda yang berani berkata ketika semua dipaksa diam, berani berbuat ketika semua dihadapkan pada pistol-pistol, negeri tersebut masih berharap bahwa masih ada jiwa-jiwa reformer yang akan tumbuh pada anak-anak bangsa, dan akan menegakkan keadilan rakyatnya juga membasmi para pendusta rakyat yang berkeliaran.



PROPERTI

Untuk Pemeran

1.      Rakyat 1 (Pedagang)           : Kaos Oblong, Sarung, Celana Oblong
2.      Rakyat 2 (Tukang Ojek)       : Topi, Jaket Kulit, Celana Jeans
3.      Rakyat 3 (Petani)                : Kaos oblong, celana oblong, capel
4.      Presiden                             : Peci Hitam, Jas Hitam, Celana Hitam
5.      Aparat     1,2,3                   : Seragam Khusus (topi hitam), senjata
6.      Reformer (Guru)                  : Batik coklat, Stopmap

Untuk Alat

1.      Speaker + Musik + Kabel
2.      Kursi + Meja
3.      Karton Demo
4.      Tembak Mainan
5.      Koran
6.      Kardus



Tokoh :
PEMERAN 

1.      Achmad Sholi Khuddin      (02)       : Sukirman (Rakyat, Pedagang)
2.      Andi Mario Jemadu            (04)       : Soeharno Kartolo (Presiden)
3.      Fahmi Achmad Fauzi          (12)       : Barkowi (Aparat)
4.      Maulana Alfiansyah            (20)       : sarjono (Rakyat, Tukang Ojek)
5.      M. Mifbachul Munir             (22)       : Hans (Ketua Aparat)
6.      M. Arief Ubaiddillah            (24)       : Narator
7.      M. Rijallul Abror                 (25)       : Sueb (Rakyat, Petani)
8.      Nur Affandi R.                   (28)        : Hadi (Aparat)
9.      Reno Akbar Saputra           (31)       : Franky (Guru, Reformer)

Naskah Dialog   :

          Alkisah disebuah negeri yang rusak, dan banyak terjadi krisis2 yang berkepanjangan, presiden di negeri tersebut tidak bisa memimpin negerinya dengan baik, kesejahteraan rakyat kurang diperhatikan, dan dibiarkan begitu saja. Rakyat pun banyak yang mengeluh, namun apa daya mereka hanya bisa berbicara saja. Diceritakan ada seorang reformer yang berani menentang lewat kritik2nya yang pedas, dan tidak takut oleh presidennya. Awal kisah sang reformer sedang duduk di pos pangkalan ojek dengan teaman tukang ojeknya, alias sarjono. Selamat menyaksikan…….

Franky              : “(sambil membaca buku), Undang-undang itu tulisannya pemerintah untuk dipatuhi rakyat, tapi pemerintahnya sendiri gak mau nurutin tulisannya sendiri, hahahaha..”
Sarjono             : “(menguap), udah dari dulu pak guru, pemerintah itu sok ngatur, tapi gak mau diatur, alias gak aturan.”
Franky              : “Ngomong-ngomong, presiden kita kapan gantinya  ya, udah tua kok gak mau ngalah sama yang muda..”
Sarjono             : “Yo, mungkin itu orang pada gila jabatan.”
Franky & Sarjono      : “Hahahahahaha..”

Kemudian lewat Sueb, dan Sukirman. Sueb adalah seorang petani yang tengah pulang dari sawahnya, dan Sukirman adalah seorang pedagang asongan yang disiplin.

Sueb                    : “Woi, jon. Peno ra nyambut gawe ta…?”
Sarjono               : “Ora pak, harga BBM ra iso ditawar..”
Franky,Sueb&Sukirman       : “Wkwkwkwkwkwk…”
Franky                : “Ya pastilah jon, masa ada BBM ditawar. Emang pemerintah mau rugi apa, hahaha..”
Sueb                    : “Yo seharusnya gitu toh, wong pemerintah ada supaya rakyat sejahtera, lha apa guna pemerintah sekarang kalo rakyat pada susah..?”
Franky                : “Namanya aja pemerintah cap bubur..”
Sukirman            : “Betul pak Franky, kita ini hanya orang pinggiran. Gak terlihat mata pemerintah..”

(Menyanyikan lagu “Perahu Retak” Bersama)

Franky                : “Walah-walah, pemerintah cuman bisa omong kosong.. (sambil melihat Koran)”
Sukirman            : “Kapan rakyat dianggap pemimpin..?”
Franky                : “Nah, ini berita bagus.’ Presiden dikabarkan mundur dari jabatannya, karena sakit yang terjadi dimasa tuanya’ ”
Sarjono               : “Yang bener Pak Guru, ..?”
Sukirman            : “Wah, aku tak milih wong sing jujur.”
Sueb                    : “Yo pasti, aku melu nyalon jadi caleg wae.”
(Semua)              : “Hahahahahaha…”

Mereka kemudian mengharap-harapkan presiden baru di negeri mereka yang dikabarkan bernama Soehaarno Kartolo adalah presiden yang bisa mengerti rakyatnya, dan bisa menghapuskan krisis2 yang melanda rakyat nya. Kesejahteraan rakyat bisa dijunjung tinggi. Mereka pun mendatangi istana kepresidenan dan menyerukan suara-suara harapan mereka.

(Rakyat menyanyikan lagu “Manusia Setengah Dewa”)

Harno                  : “Baik-baik-baik, saya akan menciptakan lapangan-lapangan kerja baru, dan akan lebih menjunjung tinggi kesejahteraan kalian.”
Franky                : “Apa bapak benar dengan berbicara seperti itu..?”
Harno                  : “Tentu saja, saya akan menghapuskan krisis-krisis yang terjadi di tanah air ini, pendidikan harus dimajukan, dan hak-hak rakyat harus diperhatikan dengan seteliti-telitinya oleh pemerintah.”
Franky                : “Baiklah, kami hanya bisa berharap kepada pak Harno.”
Sueb                    : “Hidup Pak Harno…!!!”
Semua                 : “Hidup..!!”
Sueb                    : “Hidup Pak Harno…!!!”
Semua                 : “Hidup..!!”

Rakyat pun pulang dengan membawa beribu-ribu harapan baik,  mereka berpikir bahwa presiden mereka yang baru bisa mengentaskan kemiskinan mereka. Tapi, tanpa mereka ketahui, Soeharno telah diam-diam membuat siasat, Soeharno tak lebihnya seorang penipu, dia bila didepan rakyat berlagak membela rakyatnya, namun bila di belakang rakyat, atau di dalam istana dia tak layaknya seekor binatang.

Harno                  : “Hahahaha, ternyata rakyat itu pada bodoh semua, hanya diomongi saja, mereka pada percaya..”
Hadi                    : “Anda memang pandai Pak, tapi kami tetap dapat bayaran kan..?”
Harno                  : “Tentu saja, kalian aparat-aparat juga gila uang, sama kayak saya, hahaha..”
Barkowi              : “Ya pasti kan Pak, belajar darimana dulu, ya kan Hans.?”
Hans                    : “oke, apa akan kita lakukan, yang penting fulusnya ngalir.”
Hadi                    : “Bagus, yang penting jaminan uang kita semakin banyak.”
Harno                  : “Hahaha, kalian itu sama saja kayak saya, gila uang. Hahaha.”

(menyanyikan lagu “Bento”)

Samakin lama jabatan Soeharno, semakin banyak janji diobralkan, namun yang didapat rakyat bukan kesejahteraan, melainkan kekejaman, dan kesengsaraan. Beribu demo, dan keritikan dilancarkan oleh rakyat kepada presiden. Namun presiden hanya menyuruh untuk menunggu dan bersabar, akhirnya para rakyat seperti franky dan kawan-kawan nekad berdemo di istana kepresidenan.

(menyanyikan lagu “Bonkar”)

Franky                : “Turunkan Harno..”
Sukirman            : “Kami ingin bukti, bukan omong kosong..”
Sueb                    : “Betul, kalo hanya ngomong burung beo juga bisa..”
Franky                : “Jangan hanya ambil uang kami, namun ambil juga harapan kami.”
Sarjono               : “Orang miskin juga orang hidup..”

Karena takut akan kemarahan rakyat, Soeharno memilih untuk bersembunyi dan tidak ingin keluar, namun karena Soeharno tidak muncul dari istana kepresidenan, rakyat semakin beringas dan memaksa masuk kedalam istana kepresidenan. Soeharno merasa terancam, akhirnya dia nekad menyuruh para aparat untuk menembaki rakyatnya.

Harno                  : “Hans, suruh anak buahmu untuk menembaki mereka..”
Hans                    : “Apa..?, apa Bapak sudah gila, mereka tidak salah apa-apa, tapi  kita kok seenaknya menembaki mereka.”
Harno                  : “Mereka sudah berani mengancam presidennya, dan telah melanggar tata tertib.”

Tanpa berkata lagi, Hans dan pasukannya yang pertama hanya bertugas mengamankan saja, namun mereka sudah berani menembaki para rakyat yang mendemo. Para rakyat pun melarikan diri karena ditembaki, namun Franky yang tidak bisa berlari secara cepat, terkena tembakan dan mati seketika.

Hans dkk             : “(Menembaki dengan brutal)”
Franky                : “(Berteriak karena kesakitan dan mati seketika)”

     Akhirnya Franky yang berani mengkritik kini telah mati, para rakyat yang lain sekarang telah kehilangan semangat untuk melawan pemerintahan, mereka hanya diam saja dengan nasib mereka. Tak ada yang berani melaporkan kasus Franky dan juga kasus-kasus tentang kekerasan yang dihadapi para rakyat lainnya. Walaupun mau melapor, mereka tidak tahu juga melapor kepada siapa. Negeri itupun menjadi negeri yang subur kekerasan, penipuan, pembodohan, dan KKN. Namun negeri tersebut masih menantika jiwa-jiwa pemuda yang berani berkata ketika semua dipaksa diam, berani berbuat ketika semua dihadapkan pada pistol-pistol, negeri tersebut masih berharap bahwa masih ada jiwa-jiwa reformer yang akan tumbuh pada anak-anak bangsa, dan akan menegakkan keadilan rakyatnya juga membasmi para pendusta rakyat yang berkeliaran.

Demikian Teater Musikal yang kami sajikan, dengan judul Bajingan NegeriKu.




Wassalamu'alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh
 



Create by M. Rijallul A. 
https://www.facebook.com/muhammad.like.MASTER

23 Komentar:

Anonymous said...

boleh copas gak? untuk dijadikan contoh membuat naskah drama

Alfiansyah Maulana said...

boleh, monggo copas,.

asriism♚ said...

keren.... izin copyrightnya ya :)

Alfiansyah Maulana said...

oke2,.

Kurnia Maulida said...

Lagi nyari ide untuk bikin drama musikal nih,
Makasih atas contohnya:)

Maulana Alfiansyah said...

sama2,.:))

Alinna K-Pop Blast said...

Hahahaha keren..

Maulana Alfiansyah said...

;)

Azelia Salsabilla said...

bagus.. 4 jempol deh.. trimakasih sudah membantu.. izin copas ya.. :)

Maulana Alfiansyah said...

iyya,

Komarudin Junieor said...

kak , boleh gak saya ambil sebagian ceritanya buat bikin naskah musikal .....

Maulana Alfiansyah said...

iyya,.

zakiyah voff said...

kak boleh copas ya buat diperankan di sekolah tapi judulnya saya ganti ya gak apa - apa kan kak?

Maulana Alfiansyah said...

boleh, silahkan,. :)

rhonal kadir said...

waaa mantap gan

Anonymous said...

kalo ini cowok semua ada yang cewek cowok gak?

Linda Anggraeni said...

ijin copas kak, trmksh

Maulana Alfiansyah said...

sama2,. :)

rochmatun nisa' said...

artikel dramanya udah jadi inspirasi..
sip abis..
makasih banyak :)

Maulana Alfiansyah said...

sama2,. :)

nurul siti nurjanah said...

Kerennnnnnn, ada contoh videonya gk kaaaaaaaa?

Maulana Alfiansyah said...

o maaf, nggk ada e dek,.

nurul siti nurjanah said...

Yaudh ka makasihhh ya

Post a Comment